Microteaching

DESKRIPSI MATERI
A. Pengertian Puisi
Menurut Altenbernd ( dalam Rachmat Djoko Pradopo,2009 : 5 – 6 ),puisi adalah pendramaan pengalaman yang bersifat penafsiran ( menafsirkan ) dalam bahasa berirama ( bermetrum ) ( as the interpretive dramatizion of experience in metrical language ).Samuel Tylor Coleridge (dalam Rachmat Djoko Pradopo,2009 : 6 ) mengemukakan puisi itu adalah kata – kata yang terindah dalam susunan terindah.Carlyle (dalam Rachmat Djoko Pradopo,2009 : 6 ) berkata puisi merupakan pemikiran yang bersifat musikal.Wordsworth ( dalam Racmat Djoko Pradopo ) mempunyai gagasan bahwa puisi adalah pernyataan perasaan imajinatif,yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan.Adapun Auden ( dalam Rachmat Djoko perasaan yang bercampur – baur,sedangkan Dunton berpendapat bahwa sebenarnya puisi itu merupakan pemikiran manusia secara konkret dan aristik dalam bahasa emosional serta berirama.
Shelley ( dalam Rachmat Djoko Pradopo,2009 : 6 ) mengemukakan bahwa puisi adalah rekaman detik – detik yang paling indah dalam hidup kita.Slametmuljana (dalam Herman J. Waluyo,1995 : 23 ) menyatakan bahwa puisi merupakan benuk kesusastraan yang menggunakan pengulangan suara sebagai ciri khasnya.Menurut Herman J. Waluyo puisi adalah ungkapan pikiran dan perasaan penyair yang berdasarkan mood atau pengalaman jiwa dan bersifat imajinatif.Dari pengertian beberapa pakar di atas dapat saya simpulkan bahwa puisi adalah karya sastra yang merupakan hasil perenungan seseorang atas suatu keadaan,peristiwa ( fenomena ) yang diamati dan dihayati atau dialami oleh penyair.
B. Unsur – unsur Puisi
Sebuah puisi adalah sebuah struktur yang terdiri dari unsur – unsur pembangun.Unsur – unsur tadi dinyatakan bersifat padu karena tidak dapat dipisahkan tanpa mengaitkan unsur yang lainnya.Unsur – unsur itu bersifat fungsional dalam kesatuannya dan juga bersifat fungsional terhadap unsur lainnya.Dick Hartoko menyebutkan adanya dua unsur penting dalam puisi,yakni unsur tematik atau unsur semantik puisi dengan unsur sintaksis puisi.Unsur tematik atau semantik menunjuk ke arah struktur batin,sedangkan unsur sintaksis menunjuk ke struktur fisik.Struktur fisik puisi terdiri atas baris – baris puisi yang bersama – bersama membangun bait – bait puisi.Selanjutnya bait – bait puisi itu membangun kesatuan makna di dalam keseluruhan puisi sebagai sebuah wacana.Struktur fisik puisi adalah medium pengungkap struktur batin puisi.
Baris – baris puisi dibedakan dari baris prosa karena setiap baris puisi menunjukkan adanya enjambemen,yakni kesenyapan yang menunjukkan bahwa setiap baris puisi mengungkapkan kesatuan makna yang belum tentu harus menjadi bagian dari kesatuan makna baris berikutnya.Struktur batin puisi terdiri atas tema,nada,perasaan,dan amanat sedangkan struktur fisik terdiri atas diksi,pengimajian,kata konkret,majas,verifikasi,dan topografi puisi.
C. Hakikat Puisi
Struktur fisik puisi adalah medium untuk mengungkapkan makna yang hendak disampaikan penyair.Ada empat unsur hakikat puisi, yakni : tema ( sense ), perasaan, penyair ( felling ), nada atau sikap pembaca terhadap pembaca ( tone ), dan amanat ( intention ).
1. Tema
Tema merupakan gagasan pokok atau subcject – matter yang dikemukakan oleh penyair.Macam – macam puisi sesuai dengan Pancasila.
a. Tema Ketuhanan
Puisi – puisi dengan tema Ketuhanan biasanya akan menunjukkan “religigous experience” atau pengalaman religi penyair.
b. Tema Kemanusian
Tema kemanusiaan bermaksud menunjukkan bahwa tingginya martabat manusia dan bermaksud meyakinkan pembaca bahwa setiap manusia memiliki harkat ( martabat ) yang sama.
c. Tema Patriotisme / Kebangsaan
Tema patriotisme dapat meningkatkan perasaan cinta akan bangsa dan tanah air.
d. Tema Kedaulatan
Dalam puisi yang bertema kedaulatan rakyat,yang kuat adalah protes terhadap kesewenang – wenangan pihak yang berkuasa yang tidak mendengarkan jeritan rakyat atau dapat juga berupa kritik terhadap sikap otoriter penguasa.
e. Tema Keadilan Sosial
Dalam puisi yang bertema keadilan sosial,yang ditonjolkan adalah kepincangan sosial.
2. Perasaan ( feeling )
Dalam menciptakan puisi, suasana perasaan penyair ikut diekspresikan dan harus dapat dihayati oleh pembaca. Perasaan dalam puisi adalah perasaan yang disampaikan penyair melalui puisinya.Puisi mengungkapkan perasaan yang beraneka ragam.Mungkin perasaan sedih, kecewa, terharu, benci, rindu, cinta, kagum, bahagia, ataupun perasaan setia kawan.
3. Nada dan Suasana
Nada puisi ialah sikap batin penyair yang hendak diekspresikan penyair kepada pembaca.Suasana ialah suasana batin pembaca akibat membaca puisi. Nada dan suasana puisi saling berhubungan karena nada puisi menimbulkan suasana terhadap pembacanya.Nada duka yang diciptakan penyair dapat menimbulkan suasana iba hati pembaca.Nada kritik yang diberikan penyair dapat menimbulkan suasana penuh pemberontakan bagi pembaca. Nada religius dapat menimbulkan suasana khusyuk. Begitu seterusnya.
4. Amanat ( pesan )
Amanat yang hendak disampaikan oleh penyair dapat ditelaah setelah kita memahami tema, rasa, dan nada puisi itu. Amanat tersirat di balik kata – kata yang disusun dan juga di balik tema yang diungkapkan.Amanat puisi adalah maksud yang hendak disampaikan atau himbauan atau pesan atau tujuan yang hendak disampaikan penyair.
D. Mencari Makna Puisi
Dalam puisi,kata – kata, frasa,dan kalimat mengandung makna tambahan atau makna konotatif. Proses mencari makna dalam puisi merupakan proses pergulatan terus – menerus. Baris – baris puisi yang hanya terdiri atas satu kata / rubuh / dan / patah / menunjukkan suatu kesatuan makna yang bulat. Kode – kode yang melatarbelakangi makna karya sastra. Lima kode itu ialah :
1. Kode Hermenuetik ( penafsiran )
Dalam puisi, makna yang hendak disampaikan tersembunyi, menimbulkan tanda tanya bagi pembaca. Tanda tanya itu menyebabkan daya tarik karena pembaca penasaran ingin mengetahui jawabannya.
2. Kode Proairetik ( perbuatan )
Dalam karya sastra perbutan atau gerak atau alur pikiran penyair merupakan rentetan yang membentuk garis linear. Pembaca dapat menelusuri gerak batin dan pikiran penyair melalui perkembangan pemikiran yang linier itu. Baris demi baris membentuk bait. Bait pertama dan kedua serta seterusnya merupakan gerak berkesinambungan.
3. Kode Semantik ( sememe )
Makna yang kita tafsirkan dalam puisi adalah makna konotatif. Bahasa kias banyak kita jumpai. Sebab itu, menafsirkan puisi berbeda dengan menafsirkan prosa.
4. Kode Simbolik
Kode semantik berhubungan dengan kode simbolik, hanya kode semantik lebih luas. Kode simbolik lebih mengarah pada kode bahasa sastra yang mengungkapkan / melambangkan suatu hal dengan hal lain. Makna lambang banyak kita jumpai dalam puisi.
5. Kode Budaya
Banyak kata – kata dan ungkapan yang sulit dipahami secara tepat dan langsung jika kita tidak memahami latar belakang kebudayaan dari bahasa itu. Memahami bahasa diperlukan “ cultural understanding “.
E. Langkah – langkah untuk Dapat Memahami Makna Puisi
Ada beberapa langkah untuk dapat memahami makna puisi,yaitu :
a. Temukan kata – kata kunci setiap bait.
Kata kunci biasanya berupa kata – kata yang menadi inti bait.
b. Parafrasekan puisi tersebut.
Memarafrasekan puisi berarti merangkai seluruh bait menjadi karangan prosa. Setelah menjadi prosa sksn dapat diketahui malna puisi.
c. Kaitkan dengan kehidupan nyata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s