Analisis Gejala Kontaminasi, Penggunaan Bahasa Asing dalam Iklan Unik Di Surat Kabar Solopos

ABSTRAK
ANALISIS GEJALA KONTAMINASI, PENGGUNAAN BAHASA ASING DALAM IKLAN UNIK DI SURAT KABAR SOLOPOS EDISI TAHUN 2009 – 2011

Rika Yuliana, A 310 080 004, Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2011

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah ( 1 ) Bagaimana kontaminasi yang terjadi dalam iklan unik surat kabar Solopos edisi tahun 2009 – 2011?. Bagaimana penggunaan bahasa asing dalam iklan unik surat kabar Solopos edisi tahun 2009 – 2011?. Tujuan penelitian ini adalah ( 1 ) Mendeskripsikan kontaminasi dalam iklan unik surat kabar Solopos edisi tahun 2009 – 2011?. ( 2 ) Mendeskripsikan penggunaan iklan unik surat kabar Solopos edisi tahun 2009 – 2011?. Bentuk dan strategi yang digunakan dalam penelitian ini berupa deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini iklan unik surat kabar Solopos edisi tahun 2009 – 2011. Objek penelitiannya adalah gejala kontaminasi dan penggunaan bahasa asing. Metode pengumpulan data menggunakan tehnik simak dan tehnik catat. Analisis data menggunakan metode padan dan metode agih. Hasil penelitian ini antara lain: 1 ) kontaminasi bahasa dalam iklan unik harian Solopos. 2 ) penggunaan bahasa asing dalam iklan unik harian Solopos edisi 2009 – 2011, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa semuanya menggunakan bahasa Inggris.
Kata kunci : kontaminasi, bahasa asing

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pemakaian bahasa sebagai alat komunikasi dapat ditemukan dalam media tulis maupun lisan. Dalam media tulis seperti surat kabar yang digunakan sebagai alat yang dikemas dalam wujud tulisan, sedangkan dalam media lisan dapat ditemukan dalam media elektronik seperti televisi yang menyajikan informasi berupa hiburan dan berita yang dikemas baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Dalam fungsi ini bahasa digunakan untuk membawa informasi yang ada pada penutur kepada penerima atau pendengar agar penerima dapat menerima informasi.
Surat kabar menjadi salah satu media yang sangat penting bagi masyarakat karena surat kabar merupakan alat komunikasi yang dipakai untuk menyampaikan berita atau informasi yang dibutukan oleh masyarakat. Dengan surat kabar, masyarakat dapat menerima informasi atau berita dengan cepat. Selain itu, surat kabar akan menambah wawasan tentang perkembangan hidup yang ada di lingkungan sekitarnya sehingga mereka mengetahui keadaan yang sebenarnya dan memiliki rasa tanggung jawab untuk ikut memperhatikan keadaan agar lebih baik lagi.
Salah satu aspek penting yang terdapat dalam media masa cetak adalah perkembangan bahasanya. Bahasa yang digunakan dalam media massa cetak harus baik dan benar. Jika bahasa yang digunakan banyak terdapat kesalahan atau kerancuan akan berakibat kurang baik, yaitu ketidakpahaman pembaca dalam memahami informasi yang disampaikan. Parni Hadi ( dalam Dendy Sugono,2003 : 65 ) mengemukakan adanya anggapan media cetak memiliki peranan sebagai pembina bahasa Indonesia yang didasarkan pada kenyataan bahwa media cetak yang hidup bersama dengan bahasa tertulis menyediakan ruangan – ruangan untuk pembinaan bahasa Indonesia, sastra budaya, cerita pendek ( cerpen ), dan cerita bersambung ( cerbung ).
Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia banyak menyerap unsur – unsur bahasa lain ( bahasa asing ) yang membuat bahasa Indonesia menjadi lengkap dan lebih kaya. Hal ini terjadi karena adanya kontak dengan bahasa asing, misalnya Belanda ( masa penjajahan ), Arab dan Cina ( melalui perdagangan ).Dari kontak bahasa dengan bangsa lain tersebut dapat dicatat kata – kata yang kemudian diadopsi atau diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia juga banyak menyerap dari bahasa Sansekerta maupun Melayu dan saat ini bahasa Indonesia banyak menyerap unsur bahasa Ingggris.
Penulisan bahasa pada berita di media massa cetak berkonsep hemat, padat, dn jelas. Hal itu terjadi karena keterbatasan tempat penulisan berita. Meskipun demikian dalam penulisannya diusahakan agar tetap jelas dan mudah dimengerti oleh pembaca berita, sehingga sangat jarang kita temukan pemborosan kata pada setiap penulisan berita.
Bahasa sebagai sarana komunikasi banyak digunakan di berbagai bidang kehidupan manusia, misalnya : bidang pendidikan, agama, ekonomi, politik, kesenian, dan lain – lain. Bahasa yang digunakan dalam setiap bidang tersebut memiliki ciri khas masing – masing. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari gaya bahasa, pemakaian istilah, dan bentuk wacananya.
Secara umum, bahasa surat kabar harus singkat, padat tapi jelas, dan tidak melingkar – lingkar. Dengan demilian, bahasa Indonesia yang digunakan dalam penyampaian berita atau informasi dalam surat kabar harus jelas, singkat, dan sederhana supaya pembaca pun dapat dengan mudah memaham informasi yang terdapat dalam surat kabar.
Dalam bukunya yang berjudul Bahasa Indonesia dalam Media Massa Cetak, Parni Hadi ( dalam Dendy Sugono, 2003 : 67 ) menjelaskan bahwa faktor pendukung supaya laras bahasa Indonesia jurnalistik tidak merusak bahasa Indonesia terletak pada sumber daya manusia ( SDM ) yang mengasuh media massa, khususnya para wartawan mulai dari pawarta ( reporter ), redaktur, sampai pemimpin redaksinya. Mereka justru dapat membantu mengembangkan bahsa Indonesia apabila memiliki pengetahuan kebahasaan yang memadai. Sebenarnya penguasaan tehnik jutnalistik dengan sendirinya sudah termasuk penguasaan bahasa yang baik dan benar.
Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti ingin membahas tentang analisis gejala kontaminasi, penggunaan bahasa asing dalam iklan unik di surat kabar Solopos edisi tahun 2009 – 2011.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, terdapat dua perumusan masalah dalam penelitian ini.
1. Bagaimana kontaminasi yang terjadi dalam berita politik surat kabar Solopos edisi tahun 2009 – 2011 ?
2. Bagaimana penggunaan bahasa asing dalam berita politik surat kabar Solopos edisi tahun 2009 – 2011 ?

C. Tujuan Penelitian
Penelitian mengenai analisis gejala kontaminasi, penggunaan bahasa asing dalam iklan unik surat kabar Solopos ini dilaksanakan memiliki dua tujuan.
1. Mendeskripsikan kontaminasi yang terjadi dalam berita politik surat kabar Solopos edisi tahun 2009 – 2011 ?
2. Mendeskripsikan penggunaan bahasa asing dalam berita politik surat kabar Solopos edisi tahun 2009 – 2011 ?

D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara praktis maupun secara teoritis.
1. Manfaat Teoritis
Memberikan gambaran yang lengkap mengenai kontaminasi yang terjadi dalam berita politik surat kabar Solopos edisi tahun 2009 – 2011. Gambaran itu dapat menambah khasanah keilmuan bahasa Indonesia.
2. Manfaat Praktis
Hasil analisis kontaminasi dapat memberikan wawasan mengenai langkah – langkah yang lebih baik untuk meningkatkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka
Penelitian ini akan membahas gejala kontaminasi, penggunaan bahasa asing dalam iklan unik di surat kabar Solopos. Pada tinjauan pustaka penelitian ini ditunjukkan penelitian – penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya yang relevan.
Yovi Ariani ( 2006 ) dalam sekrpsinya mengkaji mengenai Pemakaian Bahasa Indonesia pada Kring Solopos : Pendekatan Sosio-pragmatik. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pemanfaatan ragam informal dalam rubrik Kring Solopos yang menyebabkan campur kode, alih kode, dan interferensi / penyimpangan dalam suatu tuturan. Tindak tutur, yaitu tindak tutur representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklarasi pada rubrik tersebut. Maksud yang terkandung pada tuturan dalam rubrik Kring Solopos adalah untuk memohon, menyuruh, menyarankan, menyindir, dan mengkritik yang disampaikan dengan kalimat berita. Kalimat tanya dapat digunakan untuk menyuruh, melakukan sesuatu, dan menyindir. Maksud tersuratdinyatakan oleh penutur untuk lebih memperhalus tuturannya.
Anisa Nur Astuti ( 2001) dalam skripsinya mengkaji mengenai Pemakaian Bahasa Gaul di Jakarta. Hasil penelitian ini berisi : ( 1 ) adanya tindak tutur, yaitu tindak tutur lokasi, ilokasi, perlokusi (2 ) adanya peristiwa campur kode baik bahasa yang serumpun, yaitu bahasa Jawa dengan bahasa dialek Jakarta / bahasa Betawi, dan ( 3 ) adanya fungsi sosial dari bahasa gaul, yaitu untuk menunjukkan status sosial untuk mempelancar komunikasi, menarik perhatian, mempelancar komunikasi, dan penurun ketegangan.
Fitri Kusumawati ( 2001 ) dalam skripsinya mengkaji mengenai Campur Kode pada Iklan Berbahasa Indonesia di Televisi. Hasil penelitian ini berisi : pertama, campur kode pada iklan di televisi meliputi campur kode ke dalam dan ke luar. Campur kode ke dalam adalah campur kode antara bahasa daerah dan bahasa Indonesia, sedangkan campur kode ke luar adalah campur kode antara bahasa daerah dan bahasa asing. Kedua, faktor – faktor yang mempengaruhi campur kode yaitu : ( a ) keberadaan masyarakat yang multilingual, ( b ) fungsi bahasa itu sendiri, yaitu memberikan informasi, ( c ) pemakaian bahasa non formal.
Hilarius Widiyanto ( 2000 ) dalam skripsinya mengkaji mengenai Alih Kode dan Campur Kode pada Pembinaan Melalui Frekuensi Modulisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan : pertama, adanya peristiwa alih kode dan campur kode. Peristiwa campur kode berwujud campur kode kata, frase, bentuk baster, bentuk ulang, idiom atau ungkapan, klausa, dan singkatan. Kedua, unsur – unsur bahasa yang terlibat dalam peristiwa alih kode dan campur kode adalah unsur bahasa yang berasal dari bahasa Jawa, Inggris, Arab, Belanda, dialek Jawa, dan dialek Jakarta.

B. Landasan Teori
1. Gejala Kontaminasi ( Kerancuan ) pada Kalimat
Gejala kontaminasi adalah suatu gejala bahasa yang dalam bahasa Indonesia diistilahkan dengan kerancuan. Rancu artinya “kacau”. Jadi,kerancuan artinya “kekacauan”. Yang dirancaukan adalah susunan, perserangkaian, dan penggabungan. Dua hal yang masing – masing berdiri sendiri disatukan dalam satu perserangkaian baru yang tidak berpasangan atau berpadanan. Hasilnya adalah kerancauan. Gejala kontaminasi dibedakan menjadi tiga, yaitu
Penempatan kata yang tidak tepat tentu saja dapat menimbulkan kekacauan atau kerancauan. Menurut Anwar ( 2004 : 57 ), istilah kontaminasi ( dalam bahasa Inggris : contamination ) dapat dipadankan dengan istilah kerancuan. Istilah kerancaan berasal dari kata dasar “rancu” yang berarti “kacau”. Jadi, kontaminasi atau kerancauan berarti kekacauan. Kontaminasi adalah percampuran yang tidak disengaja. Kontaminasi dalam ungkapan adalah percampuran bagian ungkapan yang satu dengan yang lain. Percampuran tersebut tentu saja tidak dapat dibenarkan. Gejala kontaminasi dibedakan menjadi tiga, yaitu ;
a. Kerancauan Kalimat
Gejala kerancauan kalimat timbul karena dua kemungkinan :
1) Orang kurang menguasai penggunaan bahasa yang tepat, baik dalam menyusun frase ataupun dalam mempergunakan beberapa imbuhan untuk membentuk kata.
2) Terjadi tak disengaja, ketika orang menggabungkan dua pengertian dari dua bentuk yang berbeda ke dalam satu susunan kalimat.
b. Kontaminasi susunan kata
Kontaminasi susunan kata adalah kekacauan yang terjadi di dalam penggunaan bahasa Indonesia yang berupa kerancauan penyusunan kata.
c. Kerancauan bentukan kata
Tidak jarang kita melihat bentukan kata dengan beberapa imbuhan ( afiks ) sekaligus yang memperlihatkan gejala kerancuan.
2. Penggunaan Kosakata Asing
Penggunaan istilah atau kosakata dalam bahasa asing sering dijumpai dalam berbagai bidang kehidupan. Anwar ( 2004 : 74 ) menjelaskan bahwa penggunaan istilah atau kata – kata tersebut kemudian memberet dalam bidang jurnalistik atau pers sehingga bahasanya menjadi bahasa ‘gado – gado’ yang sulit dipahami. Bagi masyarakat awam mungkin banyak yang tidak begitu mengerti bahasa asing, mengingat bahwa surat kabar dibaca oleh berbagai lapisan masyarakat yang tidak sama tingkat pengetahuannya.
Contoh penggunaan kosakata asing yaitu, “… ……yang dibuat dua atau double”. Pada kalimat tersebut penulis berita mencantumkan arti kata double tersebut dalam bahasa Indonesia, yaitu dua. Kata double mengacu pada kata sebelumnya, yaitu kata dua. Kata tersebut berfungsi untuk mempertegas arti.
3. Hakikat Iklan
a. Pengertian Iklan
Pada hakikatnya sebuah iklan hanya bertujuan untuk menciptakan suatu kondisi atas pasar terhadap produk, bukanlah sebagai penentu penjualan secara mutlak. Iklan yang baik adalah iklan yang mampu membuat komunikasi persuasif terhadap pasar dan mampu mengemas pesan produk secara pas serta mengena pada target yang dituju.Kata iklan (advertising) berasal dari bahasa Yunani. Adapun pengertian iklan secara komprehensif adalah, “Semua bentuk aktivitas untuk menghadirkan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara nonpersonal yang dibayar oleh sponsor tertentu”. Secara umum, iklan berwujud penyajian informasi nonpersonal tentang suatu produk, merek, perusahaan, atau toko yang dijalankan dengan kompensasi biaya tertentu. Dengan demikian, iklan merupakan suatu proses komunikasi yang bertujuan untuk membujuk atau menggiring orang untuk mengambil tindakan yang menguntungkan bagi pihak pembuat iklan.
b. Tujuan Iklan
Tujuan iklan sendiri ada beberapa tingkat. Tujuan yang pertama dan paling mudah dicapai adalah mendapat perhatian (Attention) dari konsumen. Apabila iklan ditujukan untuk mendapatkan perhatian, effektifitasnya bisa dilihat dari seberapa banyak orang yang tahu tentang brand yang diiklankan. Tujuan yang kedua adalah menarik minat (Interest) konsumen terhadap brand. Dengan kata lain merangsang konsumen untuk membuat penialain atau image yang positif tentang brand yang bersangkutan. Pada konteks ini effektifitas iklan bisa diukur dari sejauh mana image konsumen berubah terhadap brand setelah iklan dipublikasikan. Tujuan ketiga dari iklan adalah menumbuhkan keinginan (Desire) di hati konsumen untuk membeli brand. Apabila tujuan ini yang dipakai, seberapa banyak konsumen yang mempunyai keinginan untuk membeli brand yang diiklankan menjadi tolok ukur effektifitas iklan. Tujuan iklan yang terakhir adalah merangsang konsumen untuk membeli (Action) brand yang diiklankan. Effektifitas iklan diukur dengan cara melihat perubahan penjualan setelah iklan beredar.
c. Fungsi Iklan
Fungsi iklan itu dibuat ialah untuk mempengaruhi pengguna dan untuk menimbulkan tanggapan tertentu tentang sesuatu produk atau barang yang hendak diperkenalkan. Dalam hubungannya dengan perniagaan, iklan adalah salah satu faktor yang terpenting menggerakkan sebuah perekonomian. Fungsi iklan yang kedua sebagai brand awareness, bukan product selling. Tugas product selling dilakukan oleh sales, bukan oleh iklan.
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini bersifat kualitatif dan kajian ini adalah gejala kontaminasi, penggunaan bahasa asing dalam iklan unik di surat kabar Solopos edisi tahun 2009 – 2011. Penelitian ini bukan penelitian statis, tetapi merupakan analisis fenomena yang dinamis sehingga dapat dilakukan kapan saja. Peneitian ini dimulai pada bulan Mei – Juni 2011.
B. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini berdasarkan objek penelitian yang diperoleh dari data penelitian, yaitu analisis gejala kontaminasi, penggunaan bahasa asing dalam iklan unik di surat kabar Solopos edisi tahun 2009 – 2011. Apabila ditinjau dari tujuannya, penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan melukiskan atau menggambarkan realitas yang ada. Data yang dikumpulkan berwujud gejala kontaminasi, penggunaan bahasa asing dalam iklan unik di surat kabar Solopos edisi tahun 2009 – 2011 ( Sutopo, 2002 : 10 ).
C. Data dan Sumber Data
Data dalam penelitian ini adalah kalimat – kalimat yang di dalamnya terdapat kata yang rancu dan kalimat yang di dalamnya terdapat bahasa asing dalam iklan unik surat kabar Solopos edisi tahun 2009 – 2011.
Sumber data merupakan tempat ditemukannya data – data yang diteliti. Data – data yang diperoleh dalam penelitian ini mempunyai sumber yang jelas dan pasti. Sumber data dalam penelitian ini berupa sumber data tertulis yang terdapat dalam iklan unik dari surat kabar Solopos edisi tahun 2009 – 2011.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik simak adalah metode dengan cara menimak penggunaan bahasa ( Sudaryanto, 1993 : 135 ). Penyimakan dilakukan dengan membaca iklan unik dari surat kabar Solopos edisi tahun 2009 – 2011. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik catat, yaitu pencatatan data yang berkaitan dengan subjek penelitian. Setelah data terkumpul, tahap berikutnya adalah pengumpulan data yang terdapat kerancuan kalimat dan penggunaan bahasa asing.
Cara kerja pengumpulan datanya yaitu penulis membaca dan mencatat iklan unik dari surat kabar Solopos sesuai dengan pokok ppermasalahan, kemudian menyeleksi iklan unik yang mengandung kalimat yang rancu dan penggunaan bahasa asing.

E. Teknik Analisis Data
Pada tahapan analisis data, peneliti berupaya meneliti langsung permasalahan yang terkandung dalam data. Penanganan ini tampak adanya tindakan mengamati yang segera diikuti dengan membedah atau menguraikan masalah yang bersangkutan dengan cara tertentu ( Sudaryanto, 1993 : 06 ) setelah data terkumpul, pembahasan dilakukan dengan metode padan dan metode agih.
Metode padan adalah metode yang alat penentunya di luar, terlepas, dan tidak menjadi bagian dari bahasa yang bersangkutan ( Sudaryanto, 1993 : 13 ). Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan daya pilah sebagai pembeda larik tulisan dalam kaitannya dengan penulisan satuan lingual tertentu akan kelihatan bahwa tulisan latin yang tampak secara lisan ke kanan dan berlarik – larik ke bawah itu dapat dibedakan bagian – bagiannya satu sama lain ( Sudaryanto, 1993 : 24 ). Dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui pembentukan satuan lingual berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat.
Metode Agih adalah metode yang alat penentunya justru bagian dari bahasa yang bersangkutan itu sendiri ( Sudaryanto, 1993 : 15 ). Dalam penelitian ini metode agih dilaksanakan dengan menggunakan teknik ganti dilaksanakan dengan menggunakan unsur – unsur satuan tertentu satuan lingual yang bersangkutan dengan ‘unsur’ tertentu yang lain di luar satuan lingual yang bersangkutan ( Sudaryanto, 1993 : 37 ). Dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui kesamaan kelas kata atau kategori unsur terganti atau pengganti.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Dalam berita tercetak kita sering menemukan kata – kata baru yang berasal dari ( terutama ) bahasa Inggris yang begitu saja digunakan dalam bahasa Indonesia dengan mengubah ejaannya, padahal sebenarnya kata atau istilah tersebut ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Hal itu disebabkan si wartawan yang menulisnya bersumber dari berita dalam bahasa Ingggis tidak mengerti arti kata itu dan malas memeriksanya dalam kamus. Dengan demikian, setiap hari menyerbu kata – kata baru yang tidak perlu berasal dari bahasa Inggris yang dipakai dalam pers Indonesia. Dan itu mempengaruhi pemakaian bahasa dalam masyarakat.
Pemakaian bahasa Indonesia di media cetak sering berdalih untuk menerapkan prinsip ekonomi bahasa. Namun, kenyataannya mereka sering boros menggunakan kata – kata yang semestinya tidak perlu ( mubazir ). Media cetak merupakan salah satu media yang menggunakan bahasa sebagai alat utamanya. Peranan surat kabar dalam pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia sangatlah besar. Pembentukan dan pemakaian istilah baru serta pemasyarakatnya sangatlah ditentukan oleh media cetak. Berkenaan dengan fakta itulah penulis melakukan penelitian pada media cetak di Surakarta, khususnya Solopos mengenai kontaminasi bahasa asing dalam pemakaian bahasa Indonesia , khususnya pada iklan unik. Kesalahan itu terkait dengan bidang tersebut antara lain kerancuan kalimat, kontaminasi susunan kata, bentukan kata, dan penggunaan kosa kata yang berasal dari bahasa asing.
B. Analisis Data
1. Kontaminasi Bahasa Asing Dalam Iklan Unik Pada Surat Kabar Solopos
Berikut ini contoh serapan bentukan kata asing yang sering digunakan dalam iklan unik ini di harian Solopos.
( 2 ) Hotline telp : …………. ( Solopos, 07 September 2010 )
Hotline sms : …………..( Solopos, 07 September 2010 )
Kontaminasi bahasa asing dalam kalimat tersebut adalah penyerapan kata Hotline yang berasal dari bahasa Inggris. Makna kata tersebut dalam Kamus Istilah Bahasa ( 2007 ) adalah layanan konsumen. Padanan kata dari Hotline dalam bahasa Indonesia adalah layanan konsumen, maka kalimat yang disarankan adalah : Layanan konsumen telp : ……………….
Layanan konsumen sms : ……………….
( 3 ) Sms care : ………………. ( Solopos, 07 September 2010 )
Kontaminasi bahasa asing dalam kalimat tersebut adalah penyerapan kata Sms care yang berasal dari bahasa Inggris. Makna kata tersebut dalam Kamus Istilah Bahasa ( 2007 ) adalah sms layanan konsumen. Padanan kata dari sms care dalam bahasa Indonesia adalah Layanan konsumen, maka kalimat yang disarankan adalah : Sms layanan konsumen : …………………
( 7 ) Whitening Facial, Anti Aging Facial, Acne Facial, Body Whitening, Body Scubbing ( Solopos, 10 Desember 2010 )
Kontaminasi bahasa asing dalam kalimat tersebut adalah penyerapan kata Whitening Facial, Anti Aging Facial, Acne Facial, Body Whitening, Body Scubbing yang berasal dari bahasa Inggris. Makna kata tersebut dalam Kamus Istilah Bahasa ( 2007 ) adalah memutihkan wajah, anti penuaan wajah, pengobatan jerawat, memutihkan badan, pengangkatan kotoran di badan. Padanan kata dari Whitening Facial, Anti Aging Facial, Acne Facial, Body Whitening, Body Scubbing dalam bahasa Indonesia tidak ada, sehingga penggunaan kata tersebut adalah lebih efisien daripada menulis memutihkan wajah, anti penuaan wajah, pengobatan jerawat, memutihkan badan, pengangkatan kotoran di badan.
( 8 ) Unimilited internet ( Solopos, 07 September 2010 )
Kontaminasi bahasa asing dalam kalimat tersebut adalah penyerapan kata unimilited internet yang berasal dari bahasa Inggris. Makna kata tersebut dalam Kamus Istilah Bahasa ( 2007 ) adalah internet yang tak ada batasnya. Padanan kata dari Unimilited internet dalam bahasa Indonesia adalah internet yang tak ada batasnya , maka kalimat yang disarankan adalah : internet yang tak ada batasnya.
( 9 ) High quality accessories ( Solopos, 07 September 2010 )
Kontaminasi bahasa asing dalam kalimat tersebut adalah penyerapan kata High quality accessories yang berasal dari bahasa Inggris. Makna kata tersebut dalam Kamus Istilah Bahasa ( 2007 ) adalah asesoris berkwalitas tinggi. Padanan kata dari High quality accessories dalam bahasa Indonesia adalah asesoris berkwalitas tinggi, maka kalimat yang disarankan adalah : asesoris berkwalitas tinggi.
( 10 ) Menang hadiah milyaran plus hadiah langsung ( Solopos, 23 April 2011 )
Hadiah langsung T-shirt Samsung keren ( Solopos, 23 April 2011 )
Kontaminasi bahasa asing dalam kalimat tersebut adalah penyerapan kata plus dan T-shirt yang berasal dari bahasa Inggris. Makna kata tersebut dalam Kamus Istilah Bahasa ( 2007 ) adalah ditambah dan kaos oblong. Padanan kata dari plus dan T-shirt dalam bahasa Indonesia tidak ada, sehingga penggunaan kata plus dan T-shirt tersebut adalah lebih efisien daripada menulis ditambah dan kaos oblong.
( 11 ) You pintar pilih oli ……….. ( Solopos, 23 April 2011 )
Kontaminasi bahasa asing dalam kalimat tersebut adalah penyerapan kata you yang berasal dari bahasa Inggris. Makna kata tersebut dalam Kamus Istilah Bahasa ( 2007 ) adalah kamu. Padanan kata dari you dalam bahasa Indonesia adalah kamu, maka kalimat yang disarankan adalah : Kamu pintar pilih oli …………
( 12 ) Nokia connecting people ( Solopos,05 Februari 2009 )
Kontaminasi bahasa asing dalam kalimat tersebut adalah penyerapan kata connecting people yang berasal dari bahasa Inggris. Makna kata tersebut dalam Kamus Istilah Bahasa ( 2007 ) adalah menghubungkan orang – orang. Padanan kata dari connecting people dalam bahasa Indonesia tidak ada, sehingga penggunaan kata connecting people tersebut adalah lebih efisien daripada menulis menghubungkan orang – orang.
( 13 ) The computer is personal again ( Solopos, 14 Desember 2010 )
Tersedia 4 warna cantik plus baterai yang tahan lama ( Solopos, 14 Desember 2010 )
New HP mini 210 ( Solopos, 14 Desember 2010 )
Call : 0800 1111 222 ( toll free ) or 021 – 5741111 ( Solopos, 14 Desember 2010 )
After sales & tecnical support ( Solopos, 14 Desember 2010 )
Kontaminasi bahasa asing dalam kalimat tersebut adalah penyerapan kata The computer is personal again, plus, New, mini, call, toll free, or, After sales & tecnical support yang berasal dari bahasa Inggris. Makna kata tersebut dalam Kamus Istilah Bahasa ( 2007 ) adalah komputer pribadi lagi, ditambah, baru, kecil, panggilan, bebas pulsa, atau, setelah penjualan & dukungan tehnis. Padanan kata dari The computer is personal again, plus, New, mini, call, toll free, or, After sales & tecnical support dalam bahasa Indonesia tidak ada, sehingga penggunaan kata tersebut adalah lebih efisien daripada menulis komputer pribadi lagi, ditambah, baru, kecil, panggilan, bebas pulsa, atau, setelah penjualan & dukungan tehnis.
( 14 ) Free 1 Gb HT disco M18 ( Solopos, 03 April 2011 )
Keterangan lebih lengkap hubungi hotline : 021 – 63867770 ( Solopos, 03 April 2011 )
Kontaminasi bahasa asing dalam kalimat tersebut adalah penyerapan kata free dan hotline yang berasal dari bahasa Inggris. Makna kata tersebut dalam Kamus Istilah Bahasa ( 2007 ) adalah gratis dan layanan konsumen. Padanan kata dari free dan hotline dalam bahasa Indonesia tidak ada, sehingga penggunaan kata free dan hotline tersebut adalah lebih efisien daripada menulis gratis 1 Gb HT disco M18 dan keterangan lebih lengkap hubungi layanan konsumen : 021 – 63867770.
( 15 ) G STAR 198 metal casingnya dahsyat suara ekonomis harganya ( Solopos, 28 April 2011 )
Sms hotline : 081291722333 ( Solopos, 28 April 2011 )
Kontaminasi bahasa asing dalam kalimat tersebut adalah penyerapan kata casing dan hotline yang berasal dari bahasa Inggris. Makna kata tersebut dalam Kamus Istilah Bahasa ( 2007 ) adalah kerangka hp dan layanan konsumen. Padanan kata dari casing dan hotline dalam bahasa Indonesia tidak ada, sehingga penggunaan kata casing dan hotline tersebut adalah lebih efisien daripada menulis G STAR 198 metal kerangka hp-nya dahsyat suara ekonomis harganya dan layanan sms : 08129122333.
2. Analisis Proses Pembentukan Bahasa Asing Dalam Iklan Unik Pada Surat Kabar Solopos
a. Kata ( word )
Kata adalah satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, terjadi dari morfem tunggal. Ada 8 jenis kata yang terdapat dalam data yang telah dianalisis.
1. Kata Majemuk ( compoun word, compositum )
( 1 ) Menunjukkan adanya 1 kata majemuk yakni kata online.
( 2 ) Menunjukkan adanya 1 kata majemuk yakni kata hotline.
( 14 ) Menunjukkan adanya 1 kata majemuk yakni kata hotline.
2. Kata Deiktis ( deictic term )
( 2 ) Menunjukkan adanya 1 kata deiktis yakni kata my.
( 11 ) Menunjukkan adanya 1 kata deiktis yakni kata you.
3. Kata Benda ( nomina )
( 1 ) Menunjukkan adanya 1 kata benda yakni kata multimedia phone.
( 2 ) Menunjukkan adanya 1 kata benda yakni kata XP.
( 8 ) Menunjukkan adanya 1 kata benda yakni kata I M2.
( 12 ) Menunjukkan adanya 1 kata benda yakni kata Nokia.
( 13 ) Menunjukkan adanya 1 kata benda yakni kata computer.
4. Kata Depan ( preposisi )
Hanya terdapat 1 kata depan yakni pada data 1 kata 2 on.
5. Kata Ganti ( promina )
( 2 ) Menunjukkan adanya 1 kata ganti ( promina persona I ) yakni kata my.
( 11 ) Menunjukkan adanya 1 kata ganti ( promina persona II ) yakni kata you.
6. Kata Hubung ( konjungsi )
Hanya terdapat 1 kata hubung yakni pada data 13 kata or.
7. Kata Ulang
( 1 ) Menunjukkan adanya 1 kata ulang yakni kata GSM – GSM.
( 2 ) Menunjukkan adanya 1 kata ulang yakni kata Dealer – dealer.
8. Kata Sifat ( ajektifa )
( 1 ) Menunjukkan adanya 1 kata sifat yakni kata Big.
( 2 ) Menunjukkan adanya 1 kata sifat yakni kata Big.
( 4 ) Menunjukkan adanya 1 kata sifat yakni kata Special.
( 7 ) Menunjukkan adanya 2 kata sifat yakni kata Whitening dan Anti Aging.
( 8 ) Menunjukkan adanya 2 kata sifat yakni kata Broom dan sale.
( 9 ) Menunjukkan adanya 2 kata sifat yakni kata New dan High quality. (10 ) Menunjukkan adanya 1 kata sifat yakni kata series.
( 13 ) Menunjukkan adanya 3 kata sifat yakni kata New, mini, Toll Free.
( 14 ) Menunjukkan adanya 1 kata sifat yakni kata Free.
9. Kata Kerja ( verba )
( 7 ) Menunjukkan adanya 2 kata kerja yakni kata Acne dan scubbing.
( 10 ) Menunjukkan adanya 1 kata sifat yakni kata Plus.
( 12 ) Menunjukkan adanya 1 kata sifat yakni kata connecting.
( 13 ) Menunjukkan adanya 3 kata sifat yakni kata New, plus, Call.
b. Frasa ( phrase )
Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang sifatnya tidak predkatif, gabungan itu dapat rapat dan juga renggang. Ada dua jenis frasa dari data yang telah dianalisis.
1. Frasa ajektival
( 1 ) Menunjukkan adanya 1 frasa yakni kata Big Speaker.
( 2 ) Menunjukkan adanya 1 frasa yakni kata Big Speaker.
2. Frasa Eksosentris
Hanya terdapat 1 frasa eksosentris yakni data 7 kata Open soon Bogor.
c. Klausa ( clause )
Klausa adalah satuan gramatikal berupa kelompok kata yang sekurang – kurangnya terdiri dari subjek dan predikat serta mempunyai potensi untuk menjadi kalimat.Dari data yang telah dianalisis hanya terdapat 1 klausa verbal pasif yakni data 7 kata Open soon Bogor.
d. Kalimat ( sentence )
Kalimat adalah konstruksi gramatikal yang terdiri atas satu atau lebih klausa yang ditata menurut pola tertentu dan dapat berdiri sendiri sebagai satu kesatuan.Dari data yang telah dianalisis hanya terdapat 9 kalimat Berita ( deklarative sentence )
( 1 ) Menunjukkan adanya 1 kalimat berita yakni kalimat G-Net store &
servise center.
( 2 ) Menunjukkan adanya 1 kalimat berita yakni kalimat XP is my
mobile.
( 3 ) Menunjukkan adanya 1 kalimat berita yakni kalimat Mitsubishi
Motors authorized dealer Sun Motor.
( 4 ) Menunjukkan adanya 1 kalimat berita yakni kalimat The waroeng
of Raminten.
( 5 ) Menunjukkan adanya 1 kalimat berita yakni kalimat Solo the
capital of Batik.
( 7 ) Menunjukkan adanya 1 kalimat berita yakni kalimat Face Care
Cosmetic.
( 9 ) Menunjukkan adanya 1 kalimat berita yakni kalimat High quality
accessories.
( 12 ) Menunjukkan adanya 1 kalimat berita yakni kalimat Nokia
connecting people.
( 13 ) Menunjukkan adanya 1 kalimat berita yakni kalimat The
computer is personal again.

C. Pembahasan
1. Kontaminasi bahasa asing dalam iklan unik di harian Solopos tahun 2009 – 2011
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala kontaminasi bahasa yang ditemukan dalam iklan unik surat kabar Solopos pada tahun 2009 – 2011 adalah kontaminasi penggunaan kata mubazir, pengulangan kata, dan kontaminasi susunan kata. Kontaminasi penggunaan kata yang mubazir dan pengulangan kata tersebut tidak tepat karena memiliki pengertian yang sama atau setara pengertiannya.Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rosyidi ( 2000 ) bahwa kontaminasi oleh bahasa asing menjadikan kalimat BI menjadi rancu. Unsur bahasa asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia sebenarnya dapat mempertajam daya ungkap pemakai bahasa Indonesia dan memungkinkan orang menyatakan makna konsep atau gagasan secara tepat. Karena itu penyerapan unsur bahasa asing itu harus dilakukukan secara selektif. Kata serapan itu diperlukan kehadirannya dalam bahasa Indonesia untuk pemberkayaan konsep makna.
2. Penggunaan bahasa asing dalam iklan unik di harian Solopos tahun 2009 – 2011
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa asing yang ditemukan dalam iklan unik surat kabar Solopos pada tahun 2009 – 2011 hampir semuanya menggunakan istilah bahasa Inggris atau kata serapan yang berasal dari bentukan kata serta penggunaan frase dari bahasa Inggris. Sebagian dari kata dan kosa- kata dari bahasa Inggris tersebut sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari adanya makna kata tersebut dalam daftar Kamus Istilah Bahasa Indonesia ( 2007 ). Artinya penggunaan kata dan kosa-kata bahasa tersebut sudah tepat jika tercantum dalam istilah bahasa Indonesia dan jika tidak ada padanan yang tepat dalam bahasa Indonesia, maka penggunaan istilah tersebut sudah tepat.
Penggunaan istilah dan frase bahasa Inggris ini bertujuan untuk mempertajam pengungkapan dan mempermudah orang untuk menangkap makna dari konsep atau gagasan yang dimaksud secara tepat. Unsur bahasa Inggris yang diserap ke dalam bahasa Indonesia memang dapat mempertajam daya ungkap pemakai bahasa Indonesia dan memungkinkan orang menyatakan makna konsep atau gagasan secara tepat. Namun penyerapan unsur bahasa asing itu harus dilakukan secara selektif.
Hasil penelitan ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Faisyah ( 2009 ) yang mengemukakan bahwa bahasa asing bertugas sebagai sarana perhubungan antarbangsa, sarana pembantu pengembangan bahasa Indonesia, dan alat untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern bagi kepentingan pembangunan nasional. Jadi, bahasa asing ini merupakan bahasa ketiga di dalam wilayah negara Repubik Indonesia. Kata serapan dari bahasa Inggris dapat mengisi kekosongan konsep makna yang tidak ditemukan di dalam khazanah bahasa Indonesia.

BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis, terjadi kontaminasi bahasa asing dalam iklan unik di harian Solopos yang terbit pada tahun 2009 – 2011

1. Gejala kontaminasi bahasa yang ditemukan dalam iklan unik surat kabar Solopos pada tahun 2009 – 2011 adalah kontaminasi penggunaan kata mubazir, pengulangan kata, dan kontaminasi susunan kata. Kontaminasi penggunaan kata yang mubazir dan pengulangan kata tersebut tidak tepat karena memiliki pengertian yang sama atau setara pengertiannya.
2. Penggunaan bahasa asing yang ditemukan dalam iklan unik surat kabar Solopos pada tahun 2009 – 2011 hampir semuanya menggunakan istilah bahasa Inggris atau kata serapan yang berasal dari bentukan kata serta penggunaan frase dari bahasa Inggris. Sebagian dari kata dan kosa- kata dari bahasa Inggris tersebut sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia. Penggunaan stilah asing tersebut tidak dapat dibenarkan jika istilah tersebut memiliki padanan kata dalam Bahasa Indonesia yang lebih tepat. Penggunaan isyilah asing yang tidak ada padanan katanya dalam Bahasa Indonesia dapat dibenarkan untuk menghindari penggunaan terjemahan yang lebih panjang dan tidak efisien.

DAFTAR PUSTAKA

Anggasgira. 2008. Hakikat Iklan. http : //anggasgira.blogspot.com. Akses tanggal 06 Juli 2011

Alwi, Hasan. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Ariyani, Yovi. “Pemakaian Bahasa Indonesia Pada Kring Solopos: Pendekatan Sosio-Pragmatik”. Skripsi Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Astuti, Nur Anisa. 2001. “Pemakaian Bahasa Gaul di Jakarta”. Skripsi Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Badudu, J. S. 2003. Kamus Kata – kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Faisyah, Umi. 2009. Bahasa Indonesia, Antara Variasi dan Penggunaan. http://www.lamanbahasa//arikel/html. Akses Tanggal,06 Juni 2011

Kusumastuti, Fitri. 2001. “Mengkaji Mengenai Campur Kode pada Ilkan Berbahaa Indonesia di Televisi”. Skripsi Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Muda, Iskandar Deddy. 2003. Jurnalistik Televisi: menjadi Reporter Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rosihan, Anwar. 2004. Bahasa Jurnalistik Indonesia dan Komposisi. Yogyakarta: Media Abadi.

Rosyidi, Ayib. 2000. Peranan Pers dalam Pengembangan Bahasa. http : //artikel media. blogspot.com. akses tanggal 5 Juni 2011.

Salim, Peter dan Yeni Salim. 2007. Kamus Istilah Bahasa Indonesia.Jakarta: Modern English Press.

Subroto. 1992. Penelitian Kualitatif. Jakarta. Raja Grafindo Persada.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Buta Wacana University Press.

Sugono, Dendy. 2003. Bahasa Indonesia Dalam Media Massa Cetak. Jakarta : Progres.

Sutopo. H. B. 2002. Metode Penelitian Kualitatif Dasar Teori dan Terapannya Dalam Penelitian. Surakarta : Sebelas Maret University Press.

Tim.2004. Kamus Inggris-Indonesia Untuk Umum. Jakarta : Bina Aksara.

Widiyanto, Hilarius. 2000. “Alih dan Campur Kode pada Pembinaan Melalui Frekuensi Modulisasi”. Skripsi Surakarta. Universitas Sebelas Maret.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s